PINRANG.DELIK88.Id— Lahan kebun milik warga Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terancam punah akibat abrasi sungai yang semakin parah.
Kondisi ini terjadi di Dusun Susbater dan telah menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat setempat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Berdasarkan informasi yang diterima media DELIK88.Id, Selasa (20/1/2026), dari salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, tanah di sepanjang bantaran sungai terus terkikis oleh aliran air, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Akibatnya, kebun warga yang selama ini dimanfaatkan untuk bercocok tanam jagung dan tanaman pangan lainnya kini nyaris tidak bisa diselamatkan.
“Kurang lebih sudah 50 meter tanah terkikis. Jika dibiarkan, abrasi ini akan langsung menghantam area persawahan yang berada di sekitar sungai,” ungkapnya.
Menurutnya, abrasi tidak hanya mengancam lahan kebun, tetapi juga berpotensi merusak persawahan produktif yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga.
Warga pun berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk menangani abrasi tersebut.
Terlebih pada musim penghujan, kondisi aliran sungai semakin deras dan mempercepat terjadinya longsoran tanah.
“Kalau tidak segera ditangani, kebun dan sawah kami bisa habis. Kami sangat berharap ada solusi dari pemerintah sebelum dampaknya semakin luas,” pungkasnya.
Laporan :Tim Redaksi
Editor by RD















