DELIK88. com|PINRANG– Musim tanam padi di Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu resmi dimulai dengan prosesi adat yang penuh makna.
Kelompok Tani Siamaseang, mewakili seluruh petani di Desa Marannu, menghelat tradisi Bugis kuno yang dikenal sebagai Mappalili pada Rabu (19/11/2025).
Upacara adat yang digelar setahun sekali ini merupakan wujud syukur mendalam masyarakat Bugis atas rezeki panen sebelumnya, sekaligus menjadi ritual permohonan agar musim tanam yang akan datang menghasilkan panen melimpah, serta terhindar dari ancaman hama perusak.
Kegiatan Mappalili dipusatkan di area persawahan Kelompok Tani Siamaseang dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Marannu, Suardi Syamsuddin, beserta jajaran Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan puluhan petani setempat.
Kepala Desa Marannu, Suardi Syamsuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya pelestarian Mappalili. Menurutnya, upacara ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan cerminan dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun temurun.
“Adat Mappalili adalah budaya Bugis kita yang dilaksanakan setelah musim panen dan saat petani mulai turun sawah. Tujuannya jelas, yakni meminta berkah kepada Allah SWT agar hasil panen kita diberkahi,” ujar Kades Suardi.
Ia menambahkan, tradisi ini merupakan salah satu budaya baik yang memiliki nilai kearifan lokal tinggi dan mutlak harus dilestarikan.
Selain sebagai ritual keagamaan dan budaya, Mappalili juga berfungsi sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antarpetani dan warga Desa Marannu. Suardi berharap, semangat kebersamaan yang terjalin dalam upacara ini dapat dibawa ke dalam kegiatan bertani sehari-hari.
“Saya berharap para petani tetap mengedepankan komunikasi jika terdapat hal-hal yang bisa memicu konflik, terutama mengenai pembagian air.
Ketersediaan air adalah kunci sukses panen, dan dengan komunikasi yang baik, kita bisa memastikan masalah air dapat terselesaikan secara harmonis,” tegasnya.
Kegiatan Mappalili yang dimulai dengan doa bersama dipimpin oleh Tokoh Agama, diakhiri dengan tradisi makan bersama (komunal) di tengah sawah. Momen ini menjadi penutup kegiatan, memberikan semangat baru bagi para petani untuk kembali mengolah tanah jelang musim tanam padi berikutnya.
Acara ini digagas dan dipimpin oleh Ketua Kelompok Tani Siamaseang beserta anggotanya sebagai perwakilan seluruh petani Desa Marannu.
Penulis by @RD















